Kembali ke Portfolio
Transformasi Digital Pelayanan Keselamatan Pelayaran BTKP Kementerian Perhubungan untuk Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran — Kementerian Perhubungan — portfolio GovTech, Maritime Safety, Integrated Public Service & Digital Transformation yang ditangani Ferry Ferdana
Transformasi Digital PemerintahFeatured portfolio
Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran — Kementerian PerhubunganGovTech, Maritime Safety, Integrated Public Service & Digital TransformationIntegrated Maritime Safety Service Management System

Transformasi Digital Pelayanan Keselamatan Pelayaran BTKP Kementerian Perhubungan

Membangun Web dan Sistem SIMAKESPEL sebagai fondasi layanan digital terintegrasi yang mengubah proses manual dan data yang tersebar menjadi pelayanan online yang menghubungkan service station, kapal, alat keselamatan, BTKP, Pusdatin, pengujian, penerbitan dokumen, serta pembayaran PNBP.

Digital TransformationGovTechMaritime SafetyIntegrated Public ServicePNBP OnlineSystem Analysis
Overview

Satu gambaran utuh tentang solusi yang dibangun.

Bukan hanya daftar fitur. Bagian ini menjelaskan konteks, cara kerja, dan alasan setiap modul hadir dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Digital TransformationMembingkai ruang lingkup dan konteks kerja utama.
GovTechMenjaga alur implementasi tetap terarah dan terukur.
Maritime SafetyMenyatukan modul yang saling berhubungan dalam satu sistem.
Integrated Public ServiceMendorong operasional harian lebih cepat dan mudah ditelusuri.

Ketika pelayanan berskala nasional belum memiliki satu sistem

Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran melayani ekosistem yang luas. Di dalamnya terdapat service station, perusahaan pelayaran, pemilik kapal, alat keselamatan, petugas pemeriksa, unit pengelola data, proses pengujian, dokumen layanan, serta penerimaan negara.

Sebelum SIMAKESPEL, setiap bagian dari pelayanan tersebut belum berada di dalam satu sistem terintegrasi. Data perusahaan dan service station dapat berada pada sumber yang berbeda dengan data kapal. Informasi alat keselamatan, hasil pemeriksaan, pembayaran, dan dokumen yang diterbitkan juga belum membentuk satu riwayat layanan yang utuh.

Situasi ini membuat pelayanan sulit dipantau dari awal sampai selesai. Petugas membutuhkan lebih banyak waktu untuk memastikan kelengkapan data, mengetahui posisi proses, mencocokkan pembayaran, dan menelusuri dokumen. Di sisi pengguna, pengajuan dan tindak lanjut sangat bergantung pada komunikasi manual serta perpindahan berkas.

Transformasi dimulai dengan memahami proses pelayanan

Dalam project ini saya tidak langsung memulai dari tampilan aplikasi. Saya memulai dari proses pelayanan: siapa yang mengajukan, data apa yang dibutuhkan, siapa yang memeriksa, keputusan apa yang harus dibuat, bagaimana hasil pengujian dicatat, kapan billing diterbitkan, dan kapan dokumen layanan dapat diberikan.

Sebagai System Analyst, saya memetakan hubungan antara service station, perusahaan, kapal, alat keselamatan, petugas, pengujian, pembayaran, dan dokumen. Sebagai Lead Developer, saya menghubungkan hasil analisis tersebut dengan pekerjaan tim agar rancangan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi benar-benar menjadi sistem yang dapat digunakan.

Pendekatan ini penting karena transformasi digital pemerintah bukan hanya tentang membuat aplikasi. Sistem harus mengikuti alur kewenangan, menjaga konsistensi data, memberikan jejak proses, serta tetap mudah dipahami oleh pengguna dengan tingkat pemahaman teknologi yang berbeda.

Dari proses terpisah menjadi satu perjalanan layanan online

SIMAKESPEL dibangun agar data yang dicatat pada awal pelayanan dapat mengikuti proses sampai akhir. Service station dapat mengajukan layanan secara online. Data perusahaan, kapal, alat keselamatan, dokumen pendukung, dan kebutuhan pengujian dicatat dalam satu rangkaian informasi.

Petugas kemudian dapat memeriksa kelengkapan, memberikan catatan, melakukan verifikasi, mencatat hasil pengujian, dan memantau status tanpa mengulang pencatatan dari awal. Setelah layanan dinyatakan memenuhi proses, sistem menghubungkannya dengan billing dan pembayaran PNBP sebelum dokumen diterbitkan.

Perubahan yang dibangun: dari pekerjaan manual yang tersebar menjadi pelayanan online yang memiliki alur, status, hubungan data, dan riwayat yang lebih jelas.
Modul & fitur

Seluruh bagian bekerja sebagai satu sistem, bukan menu yang berdiri sendiri.

Buka setiap modul untuk melihat fitur yang tersedia dan bagaimana ia mendukung proses operasional secara menyeluruh.

Ruang lingkup transformasi

  • Pelayanan online.

    Permohonan, pemeriksaan kelengkapan, verifikasi, persetujuan, penerbitan, dan pemantauan status bergerak di dalam satu alur pelayanan.

  • Manajemen service station.

    Identitas perusahaan, kewenangan, dokumen, aktivitas, dan keterkaitannya dengan pelayanan keselamatan pelayaran dikelola secara lebih terstruktur.

  • Data kapal dan alat keselamatan.

    Data kapal dihubungkan dengan alat keselamatan, identitas atau serial number, kebutuhan pengujian, hasil pemeriksaan, dan riwayat layanannya.

  • Periodical test dan inspeksi.

    Pengajuan pengujian, pemeriksaan hasil, verifikasi teknis, penerbitan dokumen, dan pelaporan menjadi bagian dari satu perjalanan data.

  • PNBP dan pembayaran online.

    Layanan yang telah diverifikasi dihubungkan dengan pembuatan billing, pencatatan pembayaran, dan penerbitan hasil layanan.

  • Integrasi data pemerintah.

    Informasi pelayanan disiapkan agar dapat mendukung kebutuhan pemantauan, evaluasi, pelaporan, serta pengelolaan data bersama BTKP dan Pusdatin.

Peran saya sebagai System Analyst & Lead Developer

  • Memahami proses pelayanan.

    Mempelajari pekerjaan BTKP dan service station untuk menemukan kebutuhan, hambatan, keputusan, serta hubungan antarunit.

  • Menyusun perjalanan digital.

    Memetakan proses dari pengajuan sampai pembayaran, penerbitan, dan pelaporan agar setiap tahap memiliki tujuan dan penanggung jawab yang jelas.

  • Menerjemahkan kebutuhan menjadi rancangan sistem.

    Menyusun struktur fungsi, alur pengguna, hubungan data, dokumen analisis, dan pembagian implementasi.

  • Memimpin pekerjaan developer.

    Membagi pekerjaan, mengarahkan implementasi, memeriksa kesesuaian hasil, serta menjaga agar tim tetap bergerak berdasarkan kebutuhan pelayanan.

  • Terlibat dalam implementasi.

    Ikut membangun dan menyempurnakan aplikasi agar hasil analisis benar-benar menjadi layanan yang dapat digunakan.

Manfaat aplikasi

Nilai yang dirasakan bukan hanya saat sistem dibuka, tetapi saat pekerjaan dijalankan.

Manfaat dirancang untuk pengurus, tim operasional, manajemen, dan anggota yang membutuhkan proses lebih cepat, data lebih jelas, dan kontrol yang lebih kuat.

Perubahan sebelum dan sesudah SIMAKESPEL

  • Dari manual menjadi online.

    Permohonan, pemeriksaan, pengujian, pembayaran, penerbitan, dan pelaporan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada perpindahan berkas manual.

  • Dari data tersebar menjadi terintegrasi.

    Service station, kapal, alat keselamatan, hasil pengujian, pembayaran, dan dokumen layanan berada dalam hubungan data yang lebih jelas.

  • Dari sulit dipantau menjadi dapat ditelusuri.

    Posisi pelayanan, kebutuhan perbaikan, hasil verifikasi, dan tindak lanjut dapat diketahui melalui status serta riwayat proses.

  • Dari proses pembayaran terpisah menjadi PNBP yang terhubung.

    Billing dan pembayaran menjadi bagian dari perjalanan layanan sehingga lebih mudah dicocokkan dengan permohonan yang dilayani.

  • Dari layanan yang dibatasi jarak menjadi akses lintas wilayah.

    Service station dan stakeholder dapat mengakses proses pelayanan tanpa seluruh pihak harus berada di lokasi yang sama.

  • Dari administrasi menjadi sumber informasi.

    Data pelayanan dapat digunakan untuk pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan pengembangan layanan pemerintah berikutnya.

Makna project bagi perjalanan profesional saya

SIMAKESPEL menjadi salah satu project yang membentuk cara saya memahami transformasi digital. Saya belajar bahwa keberhasilan sistem pemerintah tidak diukur dari banyaknya fitur, tetapi dari kemampuannya menyederhanakan pekerjaan, menjaga kewenangan, menghubungkan data, dan membuat pelayanan lebih mudah dipahami.

Project ini juga memperkuat cara saya bekerja sampai sekarang: memulai dari masalah nyata, memahami proses dan manusia yang menjalankannya, lalu menggunakan teknologi untuk membangun perubahan yang dapat dipakai dan terus dikembangkan.

Informasi project

Project dalam satu pandangan.

Client / brandBalai Teknologi Keselamatan Pelayaran — Kementerian Perhubungan
SegmentGovTech, Maritime Safety, Integrated Public Service & Digital Transformation
Jenis projectIntegrated Maritime Safety Service Management System
StatusTransformasi Digital Pemerintah
Yang dibangun bukan hanya tampilan atau kumpulan fitur.

Fokusnya adalah membuat alur kerja lebih jelas, data lebih mudah ditelusuri, dan sistem lebih siap dipakai untuk kebutuhan yang terus berkembang.

Mulai dari cerita Anda

Ada proses yang ingin dibuat lebih ringan, lebih rapi, atau lebih terhubung?

Ceritakan satu masalah yang paling terasa. Dari sana kita bisa melihat apakah cukup memakai produk yang sudah ada, perlu penyesuaian, atau lebih tepat dibangun khusus.

Ceritakan kebutuhan